- Tema: Melek Informasi, Kendalikan Jari - Cegah Hoaks di Purwokerto
- Narasumber: Muhammad Nur Huda & Anas Syairul Alim - Komisioner KPID Jateng
- Lokasi Dialog: Mitra FM Purwokerto
- Pesan Kunci: Jangan Asal Share, Saring Sebelum Sharing, Cek Sumber
PURWOKERTO, Infonelur.com – Perkembangan media sosial membuat informasi menyebar semakin cepat.
Hanya dengan satu sentuhan jari, sebuah pesan, foto, maupun video dapat diteruskan kepada banyak orang dalam hitungan detik. Namun, kemudahan tersebut juga menyimpan risiko.
Informasi yang belum teruji kebenarannya dapat ikut tersebar luas dan berubah menjadi hoaks apabila pengguna tidak terlebih dahulu melakukan pemeriksaan.
Karena itu, masyarakat diminta tidak terburu-buru membagikan informasi yang diterima melalui media sosial.
Kebiasaan mengecek sumber dan memastikan kebenaran informasi menjadi bagian penting dari literasi digital.
KPID Jateng: Literasi Bukan Sekadar Bisa Pakai HP
Komisioner Bidang Isi Siaran Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Tengah, Muhammad Nur Huda, mengingatkan masyarakat agar lebih kritis ketika menerima maupun menyebarkan informasi di tengah derasnya arus konten digital.
Menurutnya, literasi media bukan hanya berkaitan dengan kemampuan menggunakan smartphone atau mengakses media sosial.
Literasi juga mencakup kemampuan memahami, menganalisis, mengevaluasi, serta menggunakan informasi secara bijak dan bertanggung jawab.
Saat ini, setiap orang memiliki kesempatan untuk menjadi penyampai informasi.
Sebuah kabar dapat dibuat, diunggah, kemudian disebarkan tanpa harus melalui proses pemeriksaan seperti yang dilakukan lembaga media.
Persoalannya, kecepatan penyebaran tersebut tidak selalu diikuti dengan verifikasi.
“Tidak semuanya informasi yang tersebar itu benar. Tidak semuanya akurat dan tidak semuanya bisa dipercaya,” ujar Muhammad Nur Huda dalam dialog bertema “Melek Informasi, Kendalikan Jari” di Mitra FM.
Ciri-ciri Hoaks yang Wajib Diwaspadai
Sementara itu, Komisioner Bidang Isi Siaran KPID Jawa Tengah, Anas Syairul Alim, mengatakan pengguna media sosial perlu mengenali sejumlah tanda yang patut dicurigai dari sebuah informasi.
Informasi dengan judul sangat provokatif, sumber tidak jelas, ajakan untuk segera menyebarkan pesan, maupun penggunaan foto dan video lama dengan konteks baru perlu diperiksa lebih lanjut.
“Jangan mudah kita repost, jangan mudah men-share sebelum kita teliti terlebih dahulu,” kata Anas Syairul Alim.
Menurutnya, menahan diri beberapa saat sebelum menekan tombol share merupakan langkah sederhana yang dapat dilakukan setiap pengguna media sosial untuk mencegah penyebaran hoaks.
Sikap tersebut sekaligus menjadi bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga ruang digital agar tidak dipenuhi informasi palsu maupun konten yang sengaja dibuat untuk memanipulasi masyarakat.
#KPIDJateng | #MelekInformasi | #LiterasiDigital | #CegahHoaks