- Menaker Yassierli: AI tak gantikan manusia, tapi ubah cara kerja.
- Kalau cuma jadi asisten, produktivitas naik 5%. Kalau SOP dirombak bisa 40%.
- Kemnaker dorong 4 prinsip people-centric AI biar no one left behind.
JAKARTA, Infonelur.com – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan kecerdasan buatan atau AI tidak akan menggantikan peran manusia secara keseluruhan.
AI justru mengubah cara kerja atau reshaping jobs dan berpotensi besar meningkatkan produktivitas.
Adopsi AI harus human-centric dan jadi penguat pekerja, bukan ancaman PHK massal.
AI Mengubah Cara Kerja, Bukan Menggantikan
Menaker menyatakan kehadiran AI tidak selalu berujung pengurangan tenaga kerja drastis. Teknologi ini mendesain ulang pola kerja fundamental.
AI juga membuka ceruk peluang usaha baru yang butuh kompetensi berbeda.
Sektor ekonomi yang pakai AI intensif tercatat pertumbuhan produktivitasnya jauh lebih cepat.
Kunci Lonjakan Produktivitas Hingga 40%
Yassierli ingatkan perusahaan jangan salah strategi. Jangan anggap AI sekadar asisten digital operasional atau sekadar rekrut ahli.
Jika AI hanya dipakai sebagai asisten biasa, produktivitas rata-rata cuma naik sekitar 5 persen.
Tapi jika perusahaan berani desain ulang alur kerja, revisi SOP, plus upskilling pekerja, produktivitas berpotensi melonjak 30-40 persen.
4 Prinsip People-Centric AI Kemnaker
Untuk memastikan transformasi berjalan bertanggung jawab, Kemnaker mendorong empat prinsip utama:
1. Memperkuat Kemampuan Manusia
AI difungsikan melengkapi keahlian pekerja, bukan menyingkirkan peran mereka.
2. Penerapan Partisipatif
Proses transisi teknologi wajib melibatkan pekerja dan serikat buruh.
3. Kendali Tetap di Tangan Manusia
Keputusan krusial yang berdampak pada hak, keselamatan, dan kesempatan kerja wajib di bawah pengawasan manusia.
4. No One Left Behind
Transformasi harus inklusif, termasuk bagi pekerja senior lewat pelatihan kompetensi berkelanjutan.
Human Skills yang Tak Tergantikan
Menaker imbau pekerja dan mahasiswa tidak hanya kuasai kompetensi teknis, tapi juga adaptif pakai AI.
Penguasaan AI harus diimbangi human skills yang tidak bisa ditiru mesin.
Seperti komunikasi, berpikir kritis, empati, kerja sama tim, kepemimpinan, dan pengambilan keputusan strategis.