- Pertemuan di Istana: Presiden Prabowo undang sekitar 22 pakar dari berbagai perguruan tinggi dan lembaga riset untuk diskusi di Istana Merdeka pada 24 September 2026.
- Penegasan terhadap pakar: ia menegaskan sangat menghormati para ahli, setelah sebelumnya ucapan yang menyebut pakar goblok sering dipelintir oleh publik.
- Fokus pembahasan: pengelolaan ekosistem gambut, pencegahan karhutla, serta langkah pencegahan dan penanganan kebakaran dan pemanfaatan gambut produktif.
JAKARTA, Infonelur.com – Video pidato Presiden Prabowo Subianto saat diskusi dengan para pakar dan akademisi terkait penanganan lahan gambut dan kebakaran hutan (karhutla) menjadi perhatian.
Presiden mengundang sekitar 22 pakar dari berbagai perguruan tinggi dan lembaga riset untuk berdiskusi di Istana Merdeka pada 24 September 2026.
Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan bahwa ia sangat menghormati para pakar, setelah sebelumnya ucapan yang menyebut pakar goblok sering dipelintir oleh publik.
Diskusi ini berfokus pada pengelolaan ekosistem gambut dan pencegahan karhutla.
Pertemuan di Istana Merdeka 24 September 2026
Presiden Prabowo mengundang sekitar 22 pakar dari berbagai perguruan tinggi dan lembaga riset untuk berdiskusi di Istana Merdeka pada 24 September 2026.
Pertemuan tersebut membahas penanganan lahan gambut dan kebakaran hutan yang menjadi isu tahunan.
Para pakar dihadirkan untuk memberikan masukan berbasis riset dan pengalaman lapangan.
Penegasan Presiden: Sangat Menghormati Para Pakar
Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan bahwa ia sangat menghormati para ahli, setelah sebelumnya ucapan yang menyebut pakar goblok sering dipelintir oleh publik.
Penegasan ini disampaikan langsung di depan para pakar yang hadir.
Presiden ingin memastikan bahwa hubungan pemerintah dan akademisi tetap berjalan dengan saling menghormati.
Fokus Pembahasan Ekosistem Gambut dan Karhutla
Diskusi ini berfokus pada pengelolaan ekosistem gambut, pencegahan karhutla, serta langkah pencegahan dan penanganan kebakaran.
Pengelolaan gambut dinilai krusial karena menjadi sumber utama karhutla saat musim kemarau.
Pencegahan dan penanganan harus dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan.
Tiga Pertanyaan Utama Presiden kepada Pakar
Presiden meminta masukan para pakar mengenai tiga hal utama: cara mencegah kebakaran hutan, penanganan kawasan gambut, dan kemungkinan memanfaatkan lahan gambut secara produktif.
Tiga pertanyaan tersebut menjadi inti diskusi di Istana Merdeka. Masukan dari 22 pakar diharapkan menjadi dasar kebijakan penanganan gambut dan karhutla ke depan.
Ikuti terus update berita terbaru hanya di infonelur.com.***