- Ratusan santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo, diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG).
- Para santri mengalami gejala seperti mual, muntah, pusing, dan lemas, sehingga sebagian harus mendapat perawatan di sejumlah rumah sakit.
- Jumlah korban terus diperbarui; data Dinkes Sidoarjo pada 2 September 2026 mencatat 566 orang mengalami gejala, dengan 88 masih menjalani rawat inap.
| Tim medis bertindak cepat mengevakuasi ratusan santri Sidoarjo yang diduga mengalami keracunan makanan. |
INFONELUR.COM, SIDOARJO — Suasana di Pondok Pesantren Manba’ul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo, mendadak gempar pada Selasa (1/9/2026).
Ratusan santri di ponpes tersebut diduga mengalami keracunan massal setelah menyantap hidangan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Peristiwa pilu ini bermula saat para santri mengonsumsi makanan yang dibagikan dalam program tersebut seperti biasa.
Namun tak berselang lama, satu per satu santri mulai mengeluhkan rasa mual hingga gangguan kesehatan secara bersamaan.
Pihak Pesantren dan Tim Medis Bergerak Cepat
Pengasuh sekaligus Ketua Yayasan Ponpes Manba’ul Hikam, KH Abdul Wahid Harun, membenarkan insiden yang menimpa para santrinya tersebut.
Beliau menyampaikan bahwa gejala mual muncul secara serentak tidak lama setelah hidangan MBG dikonsumsi.
Melihat kondisi yang makin mengkhawatirkan, pihak pesantren bersama tim medis langsung mengambil tindakan darurat.
Para santri yang menunjukkan gejala keracunan segera dilarikan ke beberapa fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif.***