Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Trauma Keracunan, Siswa SMPN 1 Kabuh Jombang Ogah Konsumsi MBG

Jadi Gini Lur!

    Trauma Keracunan Masal, Siswa SMPN 1 Kabuh Jombang Ogah Konsumsi Program Makan Bergizi Gratis.
    Ratusan porsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) menumpuk tidak disentuh di SMPN 1 Kabuh, Jombang. (Foto: Dok. Istimewa/Tangkapan Layar)
    • Ratusan porsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) menumpuk tidak disentuh di SMPN 1 Kabuh, Jombang.
    • Siswa mengaku masih mengalami trauma pascainsiden keracunan masal pada Rabu (2/9/2026).
    • Pihak sekolah memutuskan menghentikan sementara distribusi MBG demi menjaga psikologis dan kesehatan siswa.

    INFONELUR.COM, JOMBANG - Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang-gadang pemerintah kini menghadapi tantangan serius di lapangan.

    Di SMPN 1 Kabuh, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, ratusan porsi makanan justru dibiarkan menumpuk di halaman sekolah.

    Kondisi ini terjadi akibat gelombang trauma yang melanda para siswa pascainsiden keracunan masal yang terjadi sebelumnya.

    Berdasarkan pengamatan di lokasi, ratusan ompreng yang berisi menu makanan masih tertali rapi dan tidak tersentuh.

    Padahal, pengiriman suplai dari SPPG Mangunan tetap berlangsung rutin setiap hari antara pukul 10.00 hingga 13.00 WIB.

    Namun, alih-alih menyantapnya, para siswa justru memilih untuk menghindar dan hanya melihat dari kejauhan.

    Trauma Mendalam di Kalangan Siswa

    Keengganan siswa untuk menyentuh makanan tersebut bukan tanpa alasan.

    Salah seorang siswa secara terbuka menyatakan bahwa mereka masih diliputi rasa takut akibat pengalaman buruk yang dialami saat menyantap menu serupa pada Rabu (2/9/2026).

    Rasa khawatir akan terulangnya gangguan kesehatan membuat para siswa kompak menolak konsumsi makanan tersebut.

    Menanggapi situasi tersebut, Kepala SMPN 1 Kabuh, Suprihadiono, memberikan konfirmasi bahwa pihak sekolah telah mengambil kebijakan diskresi untuk menghentikan sementara pembagian MBG.

    Menurut Suprihadiono, keselamatan dan kondisi psikologis siswa menjadi prioritas utama saat ini.

    "Hari ini, anak-anak masih mengalami trauma pascainsiden kesehatan kemarin. Oleh karena itu, kami memutuskan untuk tidak membagikan paket makanan tersebut kepada siswa untuk sementara waktu," ujar Suprihadiono dalam keterangannya.

    Logistik MBG Terbengkalai

    Data dari pihak sekolah menunjukkan bahwa SMPN 1 Kabuh rutin menerima sebanyak 683 porsi MBG setiap hari.

    Dari jumlah tersebut, 639 porsi dialokasikan khusus untuk siswa, sementara sisanya ditujukan bagi tenaga pendidik dan kependidikan.

    Penumpukan ratusan ompreng di halaman sekolah kini menjadi potret ironis dari implementasi program yang bertujuan untuk meningkatkan gizi anak didik, namun terhambat oleh masalah kontrol kualitas yang memicu insiden keracunan.

    Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan lebih lanjut mengenai langkah evaluasi mendalam terhadap penyedia jasa boga atau SPPG Mangunan yang bertanggung jawab atas menu yang memicu trauma tersebut.***

    Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersial tanpa seizin redaksi.
    Bagikan:
      Link berhasil disalin!