Infone Lur
Iklan / Sponsor
PASANG IKLAN DI SINI 728x90 Desktop • 320x100 Mobile Info & Pasang Iklan

PSI Tuding Budi Arie Berupaya Adu Domba Jokowi dan Prabowo

Iklan Artikel
PASANG IKLAN DI SINI Tampilkan promosi Anda di halaman berita Info & Pasang Iklan

Ketua DPP PSI Bestari Barus memberikan keterangan pers terkait tudingan terhadap Ketum Projo Budi Arie.
Ketua DPP PSI Bestari Barus menilai wacana yang diembuskan Budi Arie Setiadi sebagai upaya mengadu domba Jokowi dan Prabowo.

INFONELUR.COM, JAKARTA — Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Bestari Barus menuding Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi berupaya mengadu domba Presiden Prabowo Subianto dengan Jokowi.

Tudingan keras tersebut dilontarkan usai beredarnya cuplikan video viral yang memperlihatkan Budi Arie berbicara di hadapan Presiden ke-7 RI Joko Widodo pada Selasa (25/8/2026).

Dalam video tersebut, Budi Arie menyinggung adanya potensi percepatan dinamika konstelasi politik nasional sebelum gelaran Pemilu 2029 mendatang.

Bestari menilai terdapat kepentingan politik terselubung di balik narasi spekulatif yang diembuskan oleh Ketua Umum Projo tersebut.

Ia bahkan menegaskan bahwa Budi Arie pernah mengalami penolakan dari Partai Gerindra, dan PSI pun dipastikan tidak akan menerimanya bergabung.

"Saya pun sudah ber-statement tidak akan menerima Budi Arie," tegas Bestari Barus menyikapi manuver politik tersebut.

Menurut pengamatan Bestari, raut wajah serta gestur Jokowi dalam tayangan video terlihat jelas memperlihatkan rasa tidak nyaman.

Ia meyakini bahwa Jokowi sejak awal tidak mengetahui materi pernyataan yang akan disampaikan oleh Budi Arie dalam forum tersebut.

"Ini orang yang ingin mengadu domba antara Pak Jokowi dengan Pak Prabowo," ujar Bestari memberikan penilaiannya.

Bestari mengingatkan bahwa seluruh pendukung sejati Jokowi seharusnya tegak lurus mengawal jalannya roda pemerintahan Prabowo–Gibran tanpa memicu kegaduhan.

Ia lantas menyebut manuver yang dilakukan Budi Arie sekadar langkah personal dalam mencari posisi tawar politik yang tergolong kecil.

Sebelumnya, Budi Arie menyebut insting politiknya melihat potensi percepatan momentum sebelum 2029 serta membandingkannya dengan peristiwa transisi Reformasi 1998.***

Iklan / Sponsor
PASANG IKLAN DI SINI Pasang banner atau kampanye bisnis Anda di Infone Lur Info & Pasang Iklan
Bagikan:

Tidak ada komentar:

    Link berhasil disalin!
    Iklan