![]() |
| Sikap diam Jokowi saat Budi Arie Setiadi menyinggung potensi dinamika politik nasional sebelum 2029 menjadi sorotan pengamat. |
INFONELUR.COM, JAKARTA — Pengamat politik dari Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga, menyoroti sikap Presiden ke-7 RI Joko Widodo yang terdiam saat Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi berbicara.
Momen tersebut terjadi ketika Budi Arie menyinggung adanya potensi dinamika politik nasional yang dapat terjadi lebih cepat sebelum tahun 2029.
Jamiluddin menilai wacana tersebut seharusya tidak dihembuskan mengingat putra Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, saat ini menjabat sebagai Wakil Presiden mendampingi Presiden Prabowo Subianto.
Baca Juga: Budi Arie Sebut Dinamika Politik Nasional Berpotensi Berubah Lebih Cepat Sebelum 2029
Ia berpandangan bahwa Jokowi semestinya memberikan respon atau meluruskan pernyataan tersebut di lokasi acara daripada sekadar terdiam.
Sikap diam tanpa adanya bantahan langsung tersebut dinilai dapat membuka ruang spekulasi publik mengenai keharmonisan hubungan politik di jajaran pemerintahan.
"Tidak adanya bantahan membuka ruang publik meragukan keharmonisan transisi pemerintahan," ujar Jamiluddin memberikan analisisnya pada Selasa (25/8/2026).
Jamiluddin menduga keharmonisan hubungan yang selama ini ditampilkan di hadapan publik bisa saja berbeda dengan kondisi konstelasi politik di belakang layar.
Di sisi lain, politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Bestari Barus, menyampaikan pandangan berbeda dan tudingan keras terhadap manuver yang dilakukan Budi Arie.
Baca Juga: DPR Targetkan RUU Perampasan Aset Disahkan Desember 2026, Masukan Tertulis Masih Dibuka
Bestari menuding pernyataan Ketua Umum Projo tersebut berpotensi mengadu domba hubungan baik antara Jokowi dengan Presiden Prabowo Subianto.
Berdasarkan pengamatannya terhadap rekaman video yang beredar, Bestari menilai raut wajah dan gestur Jokowi justru memperlihatkan rasa tidak nyaman saat Budi Arie berbicara.
Ia lantas menyindir manuver politik Budi Arie tersebut sebagai bagian dari upaya personal dalam mencari posisi tawar politik tertentu.
"Ada apa? Anda siapa?" tegas Bestari menyikapi pernyataan bernada spekulatif dari Ketua Umum Projo tersebut.

Tidak ada komentar: