![]() |
| Foto: Direktur Penyidikan (Dirdik) KPK Achmad Taufik Husein (kiri) dan Juru Bicara KPK Budi Prasetyo (kanan). |
PURWOKERTO, INFONELUR.COM — Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto mengambil langkah tak biasa dalam penerimaan mahasiswa baru. Rektor Unsoed, Prof. Dr. Ir. Akhmad Sodiq, M.Sc., Agr., menyiapkan sebanyak 73 kuota khusus bagi calon mahasiswa baru yang orang tuanya menjadi korban pemerasan.
Langkah ini diambil sebagai bentuk kepedulian dan perlindungan sosial akademis agar hak pendidikan anak-anak tersebut tidak terputus akibat masalah hukum maupun finansial yang menimpa keluarga mereka.
Solusi Pendidikan Bagi Anak Korban Pemerasan
Dikutip dari
Baca Juga: Rektor dan Warek Unsoed Resmi Jadi Tersangka Korupsi Penerimaan Mahasiswa Baru
Pihak rektorat menilai bahwa anak-anak dari keluarga korban tidak boleh kehilangan masa depan atau kesempatan belajar di perguruan tinggi negeri hanya karena ikatan persoalan hukum yang dialami orang tua mereka.
Mekanisme dan Pengawasan Seleksi Khusus
Proses penerimaan untuk jalur khusus ini tetap akan melewati tahapan verifikasi berkas dan validasi data yang ketat guna memastikan bantuan tepat sasaran.
Verifikasi Data: Calon mahasiswa diwajibkan melengkapi dokumen pendukung yang membuktikan status orang tua sebagai korban pemerasan.
Jaminan Kualitas: Meski diberikan kuota khusus, kualifikasi akademik calon mahasiswa tetap diperhatikan agar sesuai dengan standar pendidikan di Unsoed.
%20KPK%20Achmad%20Taufik%20Husein%20(kiri)%20dan%20Juru%20Bicara%20KPK%20Budi%20Prasetyo%20(kanan).jpg)
Tidak ada komentar: