Infone Lur
Iklan / Sponsor
PASANG IKLAN DI SINI 728x90 Desktop • 320x100 Mobile Info & Pasang Iklan

Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Siapkan 73 Kuota Maba Jalur Khusus Korban Pemerasan Orang Tua

Iklan Artikel
PASANG IKLAN DI SINI Tampilkan promosi Anda di halaman berita Info & Pasang Iklan

Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Akhmad Sodiq menyiapkan kuota untuk calon mahasiswa baru.
Foto: Direktur Penyidikan (Dirdik) KPK Achmad Taufik Husein (kiri) dan Juru Bicara KPK Budi Prasetyo (kanan).

PURWOKERTO, INFONELUR.COM — Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto mengambil langkah tak biasa dalam penerimaan mahasiswa baru. Rektor Unsoed, Prof. Dr. Ir. Akhmad Sodiq, M.Sc., Agr., menyiapkan sebanyak 73 kuota khusus bagi calon mahasiswa baru yang orang tuanya menjadi korban pemerasan.

Langkah ini diambil sebagai bentuk kepedulian dan perlindungan sosial akademis agar hak pendidikan anak-anak tersebut tidak terputus akibat masalah hukum maupun finansial yang menimpa keluarga mereka.

Solusi Pendidikan Bagi Anak Korban Pemerasan

Dikutip dari news.detik.com, kebijakan mengenai penyediaan 73 kuota khusus ini ditujukan untuk memastikan calon mahasiswa yang terdampak secara ekonomi dan psikologis akibat kasus pemerasan tetap mendapatkan akses pendidikan tinggi yang layak.

Baca Juga: Rektor dan Warek Unsoed Resmi Jadi Tersangka Korupsi Penerimaan Mahasiswa Baru

Pihak rektorat menilai bahwa anak-anak dari keluarga korban tidak boleh kehilangan masa depan atau kesempatan belajar di perguruan tinggi negeri hanya karena ikatan persoalan hukum yang dialami orang tua mereka.

Mekanisme dan Pengawasan Seleksi Khusus

Proses penerimaan untuk jalur khusus ini tetap akan melewati tahapan verifikasi berkas dan validasi data yang ketat guna memastikan bantuan tepat sasaran.

  • Verifikasi Data: Calon mahasiswa diwajibkan melengkapi dokumen pendukung yang membuktikan status orang tua sebagai korban pemerasan.

  • Jaminan Kualitas: Meski diberikan kuota khusus, kualifikasi akademik calon mahasiswa tetap diperhatikan agar sesuai dengan standar pendidikan di Unsoed.

Langkah kebijakan yang diusung oleh Rektor Unsoed Akhmad Sodiq ini diharapkan dapat menjadi jaring pengaman sosial di dunia pendidikan tinggi serta memberikan kepastian masa depan bagi para calon mahasiswa yang terdampak.***

Iklan / Sponsor
PASANG IKLAN DI SINI Pasang banner atau kampanye bisnis Anda di Infonelur.com Info & Pasang Iklan
Bagikan:

Tidak ada komentar:

    Link berhasil disalin!
    Iklan