Infone Lur
Iklan / Sponsor
[ Slot Iklan Header Top Leaderboard (728x90 / Mobile 320x100) ]
Beranda / Berastagi

​Tangis Ibu Korban Keracunan MBG Berastagi di Depan Kepala BGN: Maaf Tak Mengubah Keadaan!

IL
Redaksi Infone Lur Agustus 17, 2026
Iklan Artikel
[ Slot Iklan Artikel - Atas Paragraf ]

​Ibu korban keracunan MBG di Berastagi meluapkan kemarahan ke Kepala BGN. Pihak BGN sebut ada kelalaian fatal terkait penyimpanan ikan dan telah mencopot Kepala SPPG.

BERASTAGI, INFONELUR.COM – Tangis dan kemarahan seorang ibu korban dugaan keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) pecah di hadapan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, saat meninjau penanganan korban di Rumah Sakit Efarina Etahanam, Minggu (16/8/2026).

​Sambil terisak dan berteriak menggunakan bahasa daerah, ibu dari siswa SMA Negeri 1 Berastagi tersebut menuntut penjelasan pasti mengenai kandungan makanan yang dikonsumsi anaknya. Sang anak diketahui mengalami sesak napas sejak Kamis hingga dirawat selama tiga hari di Rumah Sakit Amanda.

​Meski sempat diperbolehkan pulang, kondisi korban kembali memburuk akibat mual dan gatal-gatal hingga harus kembali dilarikan ke RS Efarina.

​"Tolong Bapak, permintaan maaf Bapak tidak mengubah keadaan, apa sebenarnya racun yang dimakan anak saya, agar kami tahu mengobatinya," ujarya sambil menangis histeris.

​Ia juga menagih pertanggungjawaban nyata dari pihak BGN dan meminta agar pejabat yang hadir tidak sekadar datang melihat tanpa memberikan keterangan transparan.

​Kepala BGN Akui Adanya Kelalaian Fatal Petugas SPPG

​Menanggapi desakan tersebut, Kepala BGN menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen membuka seluruh hasil investigasi secara terbuka tanpa ada yang ditutupi.

​Berdasarkan hasil uji dari Dinas Kesehatan, dugaan penyebab utama keracunan berasal dari bahan baku ikan yang tidak disimpan di dalam ruang pendingin (freezer) selama lebih dari 12 jam.

​"Kita akan terbuka, semuanya kita akan buka, kalau penyebab berasal dari ikan yang tidak diletakkan di ruang pendingin lebih dari 12 jam. Itu ada kelalaian yang fatal dan kita sudah lakukan penutupan dapur, dan Kepala SPPG sudah kita copot," tegasnya.

​Hingga saat ini, tercatat sedikitnya 64 siswa masih menjalani perawatan intensif di sejumlah rumah sakit di Berastagi akibat insiden keracunan masal MBG tersebut.***

Iklan / Sponsor
[ Slot Iklan Bawah Artikel / Responsive Display ]
Link berhasil disalin!
Iklan
[ Slot Iklan Sticky Footer Mobile 320x50 ]